Selamat datang di ruang aku menuangkan apa yang tumbuh dari pikiran, menemukan makna melalui zikir, lalu mengabadikannya melalui tulisan.
Berfikir, aku sengaja memilih kata “fikir”, bukan “pikir”. Dalam bahasa Indonesia, pikir memang merupakan bentuk baku. Namun fikir saya pertahankan sebagai pilihan yang disengaja karena kedekatannya dengan kata Arab فِكْر (fikr) akar dari tradisi tafakkur: menggunakan akal untuk merenungi, memahami, dan mengambil pelajaran.
Berzikir agar setiap pemikiran tetap memiliki arah kepada-Nya.
Mengukir agar ilmu, pengalaman, keresahan, dan perenungan tidak sekadar berlalu, tetapi meninggalkan jejak.
Di sini aku menulis tentang berbagai kegelisahan dan gagasan yang rasanya sayang jika hanya tinggal di kepala dan berakhir di status whatsapp.
Tidak semua tulisan lahir sebagai jawaban. Sebagiannya justru berawal dari pertanyaan. Sebab terkadang, dari sebuah pertanyaan kita belajar berfikir; dari keterbatasan kita belajar berzikir; dan dari perjalanan mencari jawabannya, kita mulai mengukir sesuatu yang semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah.

